Karinding Batrans

KARINDING. Apakah yang ada dipikiran anda saat kata “Karinding”  terdengar? berbagai hal pasti akan muncul dipikiran kita, mungkin seni sunda, musik atau aplikasi i-Phone? Tapi dipikiran kami (batrans) ketika kata “karinding” terdengar ialah membuat karinding. ya, membuat karinding oleh tangan kita sendiri sebagai generasi muda.

Karinding merupakan jenis alat musik harpa mulut yang dimainkan dengan cara disimpan di mulut lalu dipukul. Ukurannya sangat kecil dan ada yang terbuat dari bambu dan juga lontar. Panjangnya sekitar 10 cm dengan lebar sekitar 2 cm. Bentuknya memang kecil, namun suaranya begitu kaya. Dia bisa menghasilkan bunyi goong, kendang, saron, dan yang lain.

Wacana membuat karinding sudah muncul sejak bulan kemarin, tetapi karena kesibukan, dan jadwal latihan yang cukup padat, wacana ini baru terealisasikan pada sabtu minggu kemarin. Mengoptimalkan alat-alat yang cukup memadai, kami mulai bergerak untuk membuat karinding.

Diawal kegiatan ini, Wa Ocin selaku sesepuh batrans yang mengetahui detail tentang karinding, sedikit menjelaskan bahwa membuat karinding adalah sebuah refleksi diri, mata hati dan kesabaran adalah kuncinya. Dengan bambu sebagai bahan dasar, kami mulai membuat karinding. Awalnya kami tidak tahu bagaimana cara membuat nya namun dengan sedikit arahan wa ocin dan menirunya ( walaupun tidak boleh, kata wa ocin ) kami mulai bisa memahami cara membuatnya. Iwan”Cau”, Firman”oman”,Kang muhi, Asep, Ayi Agaga dan Ustad bukhori sekalipun ikut berpartisipasi.

Ada keunikan ketika kami sedang membuat karinding ini, walaupun kami meniru karinding yang ada juga meniru cara kerja Wa Ocin, namun tetap hasil yang kami buat berbeda-beda. Waktu tidak terasa dan keheninganpun terpecahkan ketika Iwan”cau” berteriak ” jadi euuuuy….” dan kemudian memainkan karinding buatannya. Dan kami terheran-heran begitu cepat dia selesai namun seiring dia memainkan karindingnya kami pun tertawa karena yang keluar bukan dari karinding itu sendiri tapi dari mulutnya yang menirukan bunyi karinding. kami pun kembali meneruskan pekerjaan kami, dan tiba-tiba muncul  suara karinding dari kang muhi dan kami pun tertawa lepas karena lagi-lagi itu bukan suara asli karinding tapi suara kang muhi yang menirukan suara karinding. Gelak tawa dan bercampur stress karena belum selesai membuat karinding datang silih berganti

Waktu pun menghinggapi malam, baraya pun mulai berdatangan. Karena waktu sudah larut kami menghentikan pengerjaan karinding ini untuk dilanjutkan minggu depan. Hanya karinding Wa Ocin saja yang berhasil selesai, nada yang dihasilkan pun sungguh indah. baraya yang lain baru sekitar 80% saja, dan akan dilanjutkan minggu depan. Perasaan lega, senang dan puas kami jalani dari sore tadi, walaupun kami di jepang namun kami selalu menjunjung tinggi seni dan budaya leluhur kami, Sunda.

About these ads
Catatan ini telah ditulis dalam kamonesan batrans dan di-tag dengan , , , , . Penunjuk permalink.

5 Respon untuk Karinding Batrans

  1. Pepet Heru A.S berkata:

    Mohon doa restu,dukungan,support,saran dan kritik membangun dalam mengemban tugas ( amanah ) dan tanggung jawab yang di percayakan kepada saya sebagai ketua komunitas karinding tokyo jepang dalam melestarikan dan mengenalkan kesenian sunda khususnya alat musik karinding.Ganbate Kudasai !

  2. agaga berkata:

    ganbarimashouu…

  3. Gianjar " Uloh" Saribanon berkata:

    Gooooo abaaahhhhh Oyoooooooonnnnnnnn !!!!!!!!
    Mang Ocin kedah dikintun tangkal kawungnyah teu ??? atawa banyak disanah ??? awas…. ulah nyacagan angklung ah !!

  4. Pepet Heru A.S berkata:

    Alhamdullilah,Tgl 12 Juni 2010 Komunitas Karinding ( KOKAR ) wilayah tokyo – jepang resmi didirikan Bp.H.Hidayat B.S ( penasehat kokar ) semoga alat musik karinding akan lebih dikenal di manca negara khususnya jepang.

  5. iNs berkata:

    Sampurasun.
    baktos pangwanoh ti Sanggar Seni Perceka-Cianjur
    Percéka Art Centre
    Mugia tiasa silaturahmi di Jepang.
    hatur nuhun. :)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s